Daerah  

Diduga Halangi Konfirmasi Anggaran Perpustakaan, LSM TRINUSA Akan Surati SMAN 2 Tulang Bawang Udik

TULANG BAWANG BARAT(saberpungli.com)Dugaan kurangnya transparansi terkait pengelolaan anggaran sekolah kembali mencuat. PLT Kepala Sekolah SMAN 2 Tulang Bawang Udik (TBU) diduga berupaya menghalang-halangi upaya media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hendak melakukan konfirmasi terkait alokasi anggaran belanja peralatan perpustakaan.

Persoalan ini bermula saat awak media dan aktivis LSM mendatangi sekolah Selasa, 31/03/2016, untuk meminta klarifikasi mengenai penggunaan anggaran belanja peralatan buku perpustakaan untuk periode tahun 2024 hingga 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat kecurigaan adanya penggelembungan dana (mark-up) dalam laporan belanja peralatan tersebut yang dinilai tidak wajar.
Namun, upaya konfirmasi tersebut menemui jalan buntu.

Pihak sekolah, dalam hal ini PLT Kepala SMAN 2 TBU, terkesan tertutup dan enggan memberikan ruang bagi publik untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai penanggung jawab anggaran belanja tersebut.

Ketua LSM TRINUSA TUBABA, Masdar, menyayangkan sikap pihak sekolah yang dinilai tidak kooperatif. Menurutnya, sebagai institusi pendidikan yang menggunakan anggaran negara, SMAN 2 TBU seharusnya terbuka terhadap pengawasan masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kami sangat menyayangkan adanya dugaan penghalangan ini. Media dan LSM bekerja sebagai pilar pengawasan. Jika memang pengelolaan anggaran sudah sesuai prosedur, kenapa harus menghindar?” ujar Masdar saat memberikan keterangan kepada media.

Masdar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas temuan ini. Sebagai langkah tegas untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas, LSM TRINUSA TUBABA berencana melayangkan surat konfirmasi resmi dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat, kami akan melayangkan surat konfirmasi secara tertulis. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Jika tidak ada tanggapan yang memadai, kami akan menindaklanjuti temuan dugaan mark-up ini ke instansi terkait agar dilakukan audit menyeluruh terhadap anggaran perpustakaan 2024-2026 tersebut,” pungkas Masdar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah SMAN 2 Tulang Bawang Udik belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan penghalangan konfirmasi maupun dugaan ketidakberesan anggaran tersebut.

Rilis: Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *