Daerah  

Buku, Hukum, dan Keteladanan Seorang Pendidik

SaberPungli Com – Lampung, Pernahkah Anda berjumpa dengan seseorang yang menginspirasi bukan hanya lewat keluasan pengetahuan, tetapi juga melalui sikap hidup yang teduh, penuh kasih, dan menenteramkan? Saya merasa beruntung dapat mengenal Nilla Nargis Yohansyah, S.H., M.Hum.—seorang pendidik, penulis, sekaligus sosok ibu yang tidak hanya dikagumi, tetapi juga disayangi oleh banyak orang di sekitarnya.

Melalui karya-karya yang beliau tuliskan, saya semakin yakin bahwa Nilla Nargis adalah contoh nyata pemimpin intelektual yang tidak sekadar berbicara tentang perubahan, melainkan turut hadir dan berperan aktif dalam mewujudkannya.

Pada peringatan Hari Ibu yang digelar oleh Pengda Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Provinsi Lampung pada akhir Desember 2025 lalu, saya berkesempatan menerima tiga buku karya beliau. Ketiga buku tersebut memberi saya pandangan yang lebih utuh tentang sosok Nilla Nargis Yohansyah—bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki kepedulian mendalam terhadap keluarga, masyarakat, dan hukum.

Buku pertama berjudul Merawat Hati. Buku ini tidak sekadar membahas pentingnya komunikasi dalam keluarga, tetapi juga menegaskan bagaimana nilai-nilai spiritual menjadi pondasi utama dalam membangun keluarga yang sakinah. Nilla Nargis menekankan pentingnya ketenangan batin, komunikasi yang penuh kasih sayang, serta kesadaran spiritual—merasakan kehadiran dan pengawasan Allah dalam setiap langkah kehidupan.

Sebagai seorang ibu dan istri, beliau tidak berhenti pada nasihat normatif. Keteladanan itu hadir dalam laku hidup sehari-hari. Merawat Hati menjadi panduan reflektif bagi siapa pun yang ingin membangun keharmonisan keluarga, menumbuhkan nilai-nilai luhur, dan meraih kedamaian batin yang sejati.

Buku kedua, Metamorfosis Kemiskinan, yang diterbitkan pada tahun 2010, mengulas kemiskinan sebagai persoalan sosial yang tidak semata-mata bersifat ekonomi, melainkan juga kultural dan struktural. Buku ini mengajak pembaca melihat kemiskinan dalam dimensi yang lebih luas—menelusuri akar penyebabnya, dampaknya terhadap kehidupan sosial, serta lingkaran panjang yang kerap membuatnya sulit terurai.

Bagi Nilla Nargis, kemiskinan bukan sekadar angka statistik yang dingin, melainkan realitas hidup yang memengaruhi martabat manusia. Melalui buku ini, pembaca diajak berpikir kritis dan solutif, dengan menempatkan pendidikan, ketenagakerjaan, serta kebijakan publik sebagai elemen yang harus bersinergi, ditopang oleh nilai moral dan kepedulian sosial yang kuat.

Buku ketiga berjudul Sendi-Sendi Hukum Acara Perdata, yang ditulis bersama Hj. Marindowati. Karya ini memberikan pemahaman mendalam mengenai hukum acara perdata—sebuah bidang fundamental dalam sistem peradilan Indonesia. Mulai dari gugatan, mediasi, hingga proses persidangan, seluruhnya diuraikan secara sistematis dan aplikatif.

Bagi Nilla Nargis, hukum acara perdata tidak berhenti pada tataran teori. Ia adalah instrumen penting untuk menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak warga negara. Proses peradilan yang transparan, adil, dan bermartabat menjadi prasyarat bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

Nilla Nargis Yohansyah lahir di Tanjungkarang pada 25 Januari 1957. Perjalanan akademiknya ditempuh dengan penuh dedikasi—meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Lampung dan Magister Hukum dari Universitas Gadjah Mada. Beliau kemudian mengabdikan diri sebagai dosen di almamaternya, Universitas Lampung.

Namun, pengabdian beliau tidak berhenti di ruang kelas. Sebagai bagian dari keluarga besar H. Yohansyah Zakaria dan Hj. Laila Rachma Aziz, Nilla Nargis juga menjadi teladan dalam kehidupan keluarga. Kepeduliannya terhadap pendidikan, hukum, dan nilai-nilai kemanusiaan mencerminkan keseimbangan peran antara profesi, keluarga, dan tanggung jawab sosial.

Bagi saya, Nilla Nargis Yohansyah adalah potret integritas, kepedulian, dan dedikasi yang utuh. Ketiga buku karyanya menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan sejati tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi menemukan maknanya ketika diaplikasikan untuk kemaslahatan masyarakat luas.

Melalui karya-karyanya, Nilla Nargis Yohansyah membuktikan bahwa seorang pendidik bukan hanya pengajar ilmu, melainkan pembentuk karakter dan penanam nilai. Sebuah penghargaan yang layak disematkan kepada beliau atas dedikasi dan keteladanannya dalam membangun bangsa melalui pendidikan, hukum, dan keluarga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *