Daerah  

Dari Menulis Berita Hingga Menoreh Karet Semangat Juang Sugeng Jadi Inspirasi di Pekon Lebuay

Oplus_131072

SaberPungli Com – Tanggamus Di tengah kesibukannya sebagai seorang jurnalis, Sugeng juga dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tak pernah gengsi mencari nafkah dari keringat sendiri. Pria yang tinggal di Pekon Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus itu, setiap hari harus membagi waktu antara menjalankan tugas jurnalistik dan mengelola kebun karet yang menjadi salah satu sumber penghidupan keluarganya.Selasa 23 Juni 2026.

Bagi Sugeng, profesi sebagai wartawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara jujur dan berimbang. Namun, di balik aktivitas meliput berbagai peristiwa, ia juga akrab dengan suasana kebun, menoreh batang karet sejak pagi hari demi menghasilkan getah yang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat sebagian orang masih memandang sebelah mata pekerjaan sebagai petani, Sugeng justru membuktikan bahwa tidak ada pekerjaan yang rendah selama dilakukan dengan cara yang halal dan penuh tanggung jawab. Dengan penuh semangat, ia berangkat ke kebun, memanen getah karet, lalu kembali menjalankan tugas jurnalistik untuk menyajikan berita yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa perjuangan tidak selalu lahir dari kemewahan. Dari kebun karet yang sederhana di Pekon Lebuay, Sugeng terus melangkah dengan tekad yang kuat. Panas terik matahari, dinginnya embun pagi, hingga tantangan ekonomi tidak pernah mematahkan semangatnya untuk terus bekerja dan berkarya.

Di mata warga sekitar, Sugeng dikenal sebagai pribadi sederhana dan pekerja keras. Semangatnya dalam menjalani dua profesi sekaligus menjadi contoh bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh jabatan, tetapi juga oleh ketekunan, kejujuran, dan kemauan untuk terus berjuang.

“Selama masih diberi kesehatan, saya akan terus bekerja. Menjadi jurnalis adalah amanah, dan berkebun karet adalah bagian dari perjuangan hidup. Keduanya saya jalani dengan ikhlas,” ungkapnya.

Kisah Sugeng menjadi cermin bahwa semangat pantang menyerah masih hidup di tengah masyarakat pedesaan. Dari balik pena yang menulis berbagai peristiwa hingga tangan yang menoreh batang karet untuk menghasilkan getah, ia membuktikan bahwa kerja keras dan kesederhanaan adalah kekuatan yang sesungguhnya.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, Sugeng terus melangkah dengan keyakinan bahwa setiap tetes keringat yang jatuh adalah bagian dari perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik. Dari Pekon Lebuay, semangat juang itu terus menyala, menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, ketulusan, dan tekad yang tidak pernah padam.

( Kurdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *