Daerah  

Air Mata Nur Asiyah Sulit Makan dan Tak Sanggup Bayar Pengacara Harapkan Perhatian Bupati Lampung Selatan

Oplus_131072

SaberPungli Com – Lampung Selatan. Di balik hiruk-pikuk kehidupan, ada jeritan pilu yang nyaris tak terdengar. Nur Asiyah (38), warga Desa Pemulihan, Kecamatan Way Sulan, kini menjalani hari-hari yang penuh perjuangan setelah suaminya, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, harus menjalani proses hukum dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kalianda terkait kasus perkelahian.

Sejak itu, beban hidup seolah runtuh di pundaknya. Dengan mata berkaca-kaca, Nur Asiyah mengaku kini harus berjuang seorang diri menghidupi anak-anaknya. Penghasilannya sebagai buruh harian tidak menentu, sementara kebutuhan keluarga terus menghimpit. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun ia mengaku sering mengalami kesulitan.

“Saya memohon kepada Bapak Bupati Lampung Selatan agar dapat membantu suami saya. Jangankan untuk membayar jasa pengacara, untuk makan sehari-hari saja kami sudah sangat kesulitan,” ucap Nur Asiyah dengan suara lirih saat ditemui awak media, Sabtu (4/7/2026).

Kondisi ekonomi yang semakin terpuruk membuat keluarganya terpaksa menumpang tinggal di rumah kerabat. Tanpa kehadiran sang suami, ia harus berjuang sendiri demi memastikan anak-anaknya tetap bisa makan dan bertahan menjalani kehidupan.

“Suami saya adalah tumpuan hidup keluarga. Kami hanya berharap ada perhatian dan bantuan agar proses hukum yang dijalani suami saya berlangsung secara adil, serta ada jalan terbaik bagi keluarga kami,” tuturnya.

Kisah Nur Asiyah menjadi potret nyata bahwa setiap perkara hukum juga membawa dampak besar bagi keluarga yang ditinggalkan. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia hanya mampu berharap ada kepedulian dari pemerintah daerah maupun para dermawan yang tergerak untuk membantu meringankan beban keluarganya.

Kini, Nur Asiyah hanya bisa menggantungkan harapan kepada Allah SWT dan mengetuk hati para pemangku kebijakan, khususnya Bupati Lampung Selatan, agar penderitaan yang dialaminya mendapat perhatian. Di balik air mata seorang ibu, tersimpan harapan besar agar keluarganya dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Sumber : media ,gebrakkkasus.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *