SaberPungli Co – Tanggamus Suasana meriah menyelimuti Lapangan Tangsi, Pekon Sinarsemendo, Kecamatan Talangpadang, Senin (18/8/2025). Meski hujan deras mengguyur sejak siang, ribuan warga dari 20 pekon tetap antusias mengikuti dan menyaksikan karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80.
Karnaval yang digelar setiap Agustus ini benar-benar menjadi pesta rakyat. Beragam atraksi, mulai dari peragaan busana adat, seni budaya, hingga pertunjukan kreatif dari pelajar dan masyarakat, memikat perhatian penonton. Lapangan yang biasanya hening mendadak penuh dengan sorak sorai, tawa, dan kebanggaan.
Bupati Tanggamus, Drs. H. Mohammad Saleh Asnawi, M.A., M.H., hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Dengan penuh kehangatan, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus bangga melihat antusiasme masyarakat Talangpadang, meski sempat diguyur hujan deras hampir satu jam.
“Terima kasih atas semangat dan kebersamaan seluruh masyarakat Talangpadang dalam memeriahkan HUT RI ke-80 ini. Hujan adalah berkah, dan semangat kalian adalah kekuatan. Mari kita terus menjaga persatuan dan kebersamaan demi Tanggamus yang lebih maju,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Momen itu menjadi semakin istimewa bagi Bupati Saleh Asnawi. Talangpadang adalah tanah kelahirannya, tempat kenangan masa kecil sebelum ia merantau ke tanah seberang. Kini, dengan amanah sebagai pemimpin Kabupaten Tanggamus periode 2025–2030, ia pulang membawa harapan besar untuk membangun kampung halamannya.
Karnaval di Talangpadang juga memiliki makna mendalam. Setelah pandemi Covid-19 melanda dunia pada 2020–2023, tradisi ini kembali digelar sejak 2024. Tahun ini menjadi gelaran kedua pasca pandemi, dan semakin terasa sebagai simbol kebangkitan semangat masyarakat.
Meski sempat diguyur hujan deras dari pukul 13.00 hingga 14.00 WIB lebih, warga tidak bergeming. Mereka tetap bertahan, berpayung seadanya, bahkan ada yang rela basah kuyup demi menikmati setiap penampilan. Tawa, tepuk tangan, dan sorakan terus terdengar, mencerminkan kegembiraan yang tak tergantikan.
Bagi masyarakat Talangpadang, karnaval ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud rasa syukur, persaudaraan, dan cinta tanah air. Hujan yang turun pun dianggap sebagai tanda keberkahan bagi seluruh rangkaian acara.( Kurdi)












