Daerah  

DPRD Lampung Awasi Rp100 Miliar Untuk SMA/SMK/SLB Negeri

SABER PUNGLI – Bandar Lampung – Komisi V DPRD Provinsi Lampung mengapresiasi langkah
Pemerintah Provinsi yang mengalokasikan lebih dari Rp100 miliar untuk menggratiskan biaya
pendidikan SMA, SMK, dan SLB Negeri mulai tahun ajaran 2025/2026.

Kebijakan ini di luar dana BOS sebesar Rp476 miliar dan ditujukan untuk meringankan beban orang tua
siswa sekaligus meningkatkan kualitas serta pemerataan akses pendidikan di Lampung.

Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo, menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan
ketat dalam pelaksanaannya. Salah satu caranya dengan meminta kepala sekolah tingkat SMA/SMK/SLB di Lampung untuk transparan dalam membuat rencana anggaran hingga laporan pertanggungjawaban anggaran.

“Kami akan awasi. Komisi V akan panggil Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk
mempertanyakan uangnya digunakan untuk apa karena pasti akan banyak dipakai untuk belanja jasa,”
kata Deni, Rabu (20/8/2025)

Politisi Demokrat itu mengingatkan sekolah tidak boleh melakukan pungutan kepada wali murid, sebab
seluruh biaya sudah dijamin Pemprov Lampung.

“Ini adalah bentuk keseriusan Pemprov Lampung dan sudah berlaku mulai tahun ajaran baru ini. Per Juli
kemarin Gubernur lewat Kadisdikbud sudah memberlakukan penghapusan uang komite dan dituangkan di mata anggaran APBD 2026,” jelasnya.

Deni menambahkan, besaran bantuan yang diterima tiap sekolah berbeda-beda. Untuk SMA/SMK/SLB
negeri di kabupaten maksimal Rp2,5 juta per siswa per tahun, sementara untuk di kota maksimal Rp3,5
juta per siswa per tahun.

Meski demikian, sekolah tetap diperbolehkan menerima sumbangan dari perusahaan maupun wali
murid sepanjang sifatnya sukarela. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *