TULANG BAWANG BARAT (saberpungli.com) Alokasi dana hibah untuk pembinaan dan pengembangan organisasi olahraga tahun anggaran 2025 di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kini menjadi sorotan tajam. Dana yang dikelola Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tubaba tersebut dinilai memerlukan pengawasan ketat.
Ketua DPC LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) Kabupaten Tubaba, Masdar, menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal penuh penggunaan anggaran tersebut agar tidak terjadi penyimpangan.
“Kami dari LSM TRINUSA menegaskan bahwa setiap rupiah yang keluar dari APBD harus memiliki output yang jelas untuk masyarakat, khususnya para atlet. karna anggaran dinilai besar.
Kami tidak ingin dana hibah ini hanya menjadi ‘bancakan’ atau habis untuk biaya operasional pengurus saja tanpa menyentuh esensi pembinaan prestasi olahraga,” tegas Masdar, Senin (20/04/2026).
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD Jajaran Wartawan Indonesia (DPD JWI) Tubaba, Heri Akbar, menekankan bahwa transparansi adalah harga mati dalam pengelolaan dana publik.
“Angka dana hibah yang di salurkan ini bukan jumlah yang sedikit. Mengingat dana ini bersumber dari pajak rakyat, kami meminta pihak KONI Tubaba memberikan keterangan yang jelas dan rinci. Jangan sampai ada kesan tertutup,” ujar Heri Akbar.
*Landasan Hukum Transparansi
Heri Akbar menjelaskan bahwa tuntutan keterbukaan ini didasari oleh koridor hukum yang kuat, di antaranya:
1. UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
2. UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
3. Permendagri No. 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.
Dorong Sinergi dan Akuntabilitas
Kolaborasi antara LSM TRINUSA dan JWI Tubaba ini bertujuan untuk menciptakan tata kelola organisasi yang sehat.
Masdar menambahkan bahwa pihaknya tidak segan untuk membawa temuan di lapangan ke ranah hukum jika terdapat indikasi penyalahgunaan.
“Kami akan bersinergi dengan rekan-rekan media untuk memantau pendistribusian dana ini ke tiap Cabang Olahraga (Cabor). Jika ditemukan ketidaksesuaian antara anggaran yang dicairkan dengan realitas pembinaan atlet, kami akan bertindak tegas sesuai fungsi kontrol sosial kami,” tambah Masdar.
Heri Akbar juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya bersama tim akan melakukan kunjungan kerja langsung ke kantor KONI Tubaba untuk meminta rincian penggunaan dana hibah tersebut.
“Kami ingin memastikan alokasi anggaran benar-benar menyentuh aspek pembinaan atlet di lapangan dan bukan hanya habis untuk urusan seremonial atau birokrasi organisasi. Transparansi bukan hanya soal angka di atas kertas, tapi soal manfaat nyata bagi kemajuan olahraga di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai,” tutup Heri.
Dengan adanya pengawasan dari dua lembaga ini, diharapkan penggunaan dana hibah KONI Tubaba tahun 2025 dapat berjalan secara akuntabel, tepat sasaran, dan mampu mendongkrak prestasi olahraga di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Rilis: Tim/Red












