Daerah  

Pemkab Tanggamus Perkuat Intervensi, 50 Pekon Jadi Garda Depan Perang Melawan Stunting

SaberPungli Com – Tanggamus .Di tengah harapan akan lahirnya generasi masa depan yang sehat dan tangguh, Pemerintah Kabupaten Tanggamus kembali meneguhkan langkahnya. Melalui Rembuk Stunting Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Utama Bupati, Selasa (5/5/2026), arah kebijakan dipertegas: tidak ada lagi ruang bagi kerja setengah hati dalam upaya menyelamatkan generasi dari ancaman stunting.

Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, dan dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Tanggamus, TP-PKK, hingga mitra Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Suasana rapat bukan sekadar formalitas, melainkan panggung keseriusan—di mana masa depan anak-anak Tanggamus dipertaruhkan.

Dalam sambutannya, Agus Suranto menyampaikan pesan yang menggugah sekaligus menohok.

“Penurunan stunting bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Ini adalah kewajiban bersama, yang menuntut kerja keras, sinergi, dan kolaborasi nyata,” tegasnya.

Ia mengakui, capaian sebelumnya sempat menunjukkan harapan. Namun realitas berbicara lain. Tren yang membaik hingga 2023 justru berbalik arah pada 2024.“Ini bukan kondisi yang kita inginkan. Maka, kita tidak boleh lagi berjalan tanpa arah. Semua harus terukur, terencana, dan konsisten,” ujarnya dengan nada serius.

Target pun telah ditetapkan. Pemerintah Provinsi Lampung mematok angka stunting Tanggamus turun menjadi 21,62 persen pada 2026 dan 20,77 persen pada 2027. Sebuah target yang tidak ringan, namun bukan mustahil.

Wabup Agus bahkan mengingatkan agar seluruh jajaran meninggalkan pola kerja lama yang kerap terjebak pada formalitas.“Tinggalkan pola ‘asal kerjaan beres’. Kita harus bekerja tuntas, berorientasi pada hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya lagi, tajam.

Langkah konkret pun ditegaskan: 50 pekon ditetapkan sebagai lokus prioritas penanganan stunting tahun 2026–2027. Sebuah kebijakan yang bukan sekadar angka, melainkan penajaman strategi agar intervensi tidak lagi melebar tanpa arah.

Intervensi Diperkuat, Menyentuh Akar Masalah Kepala Bapperida Tanggamus, Doni Sangaji Barisang, dalam paparannya menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan kini lebih terarah dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dua pendekatan utama menjadi fondasi: Intervensi Spesifik: menyasar langsung sektor kesehatan, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, balita, pemberian tablet tambah darah, hingga layanan kesehatan dasar.

Intervensi Sensitif: menyentuh aspek yang kerap luput, seperti edukasi keluarga, kualitas lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan.

Jumlah lokus pun diperluas secara signifikan—dari 22 pekon pada tahun sebelumnya menjadi 50 pekon. Ini bukan sekadar ekspansi, melainkan bentuk keseriusan agar setiap intervensi benar-benar tepat sasaran.

Tak hanya itu, inovasi daerah melalui program Gerakan Penanganan dan Pencegahan Stunting (GEHA PENTING TANGGAMUS) juga terus didorong.

Program ini menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, memastikan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama.

Harapan di Tengah Tantangan

Di balik upaya besar ini, Tanggamus masih menghadapi tantangan nyata

mulai dari sektor pendidikan hingga kesejahteraan masyarakat. Namun secercah harapan tetap menyala.

Keberhasilan mencapai status 100 persen Open Defecation Free (ODF) pada 2024 menjadi bukti bahwa perubahan itu mungkin. Bahwa ketika komitmen dijaga, hasil nyata dapat diraih.Kini, langkah berikutnya adalah memastikan anak-anak Tanggamus tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh dengan sehat, cerdas, dan berdaya saing.

50 Pekon Prioritas Penanganan Stunting 2026–2027

Berikut daftar pekon yang menjadi fokus intervensi:

Kecamatan Pematang Sawa & Semaka Pasanguan, Kampung Baru, Kacapura, Tulung Asahan, Margo Mulyo, Sidomulyo

Kecamatan Bandar Negeri Semuong & SekitarnyaSimpang Bayur, Sri Melati, Lakaran, Pekon Balak, Tanjung Kurung, Padang Manis, Dadisari

Kecamatan Kota Agung (Induk, Barat, Timur).Pardasuka, Negara Batin, Mulang Maya, Batu Keramat, Talang Rejo, Menggala

Kecamatan Pugung, Sukamulya, Gading, Sumanda

Kecamatan Pulau Panggung.Talang Jawa, Kemuning, Tanjung Rejo, Pulau Panggung, Batu Bedil, Sinar Mancak

Kecamatan Talang Padang.Suka Bandung, Suka Negeri, Suka Negeri Jaya

Kecamatan Sumberejo.Margoyoso, Dadapan, Sumbermulyo, Wonoharjo, Margodadi

Kecamatan Air Naningan.Sidomulyo, Batu Tegi, Way Harong

Kecamatan Cukuh Balak.Kacamarga, Banjar Negeri, Tanjung Jati, Tanjung Betuah, Kubulangka, Sukaraja, Kejadian Lom, Pampangan, Way Rilau

Kecamatan Limau & Ulubelu.Banjar Agung, Air Abang.

Menjaga Masa Depan, Bukan Sekadar Program Rembuk Stunting ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah cermin kesadaran—bahwa stunting bukan hanya soal angka, tetapi tentang masa depan yang terancam diam-diam.

Di setiap pekon, di setiap rumah, ada anak-anak yang menunggu kebijakan ini benar-benar hadir dalam hidup mereka.Dan di titik inilah, komitmen diuji:apakah program akan berhenti di atas kertas,atau benar-benar menjelma menjadi perubahan yang menyelamatkan generasi.

Tanggamus telah memilih untuk bergerak. Kini, waktu yang akan menjawab,seberapa jauh langkah ini akan membawa harapan menjadi kenyataan. ( Kurdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *