Saberpungli.com -Di tengah mahalnya biaya hidup dan meningkatnya beban masyarakat, praktik pungutan liar di lingkungan pendidikan dinilai semakin meresahkan. Modusnya beragam: mulai dari iuran berkedok kesepakatan, pungutan pembangunan, biaya kegiatan yang tidak transparan, hingga tekanan halus kepada orang tua siswa.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar:
Apakah pendidikan masih menjadi hak seluruh anak bangsa, atau perlahan berubah menjadi ruang transaksi yang membebani rakyat kecil?
Melihat kondisi tersebut, LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA (TRINUSA) secara resmi meluncurkan gerakan:
PSBB PENDIDIKAN 2026
(Perang Serius Bersih-Bersih Pendidikan)
Gerakan ini menjadi bentuk sikap tegas terhadap dugaan praktik pungutan liar dan penyalahgunaan kewenangan di sektor pendidikan.
TRINUSA menilai bahwa sekolah tidak boleh menjadi tempat lahirnya budaya takut, tekanan ekonomi, maupun praktik yang membebani orang tua siswa di luar ketentuan yang jelas dan transparan.
“Dana pendidikan seharusnya dipergunakan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa, bukan menjadi celah bagi oknum mencari keuntungan,” tegas perwakilan TRINUSA dalam keterangannya.
Dalam campaign bertajuk:
STOP PUNGLI SEKOLAH
TRINUSA juga menyoroti masih lemahnya pengawasan terhadap berbagai pungutan yang kerap dibungkus dengan istilah:
– sumbangan,
– partisipasi,
– uang kegiatan,
– hingga biaya penunjang pendidikan.
Padahal di lapangan, banyak orang tua mengaku berada dalam posisi sulit:
menolak dianggap tidak mendukung sekolah,
mengikuti justru semakin terbebani secara ekonomi.
Gerakan PSBB Pendidikan 2026 disebut bukan sekadar aksi seremonial, melainkan gerakan moral dan sosial untuk:
– mendorong transparansi pendidikan,
– memperkuat pengawasan publik,
– membuka ruang pengaduan masyarakat,
– serta mengawal hak siswa mendapatkan pendidikan yang bersih dan bermartabat.
TRINUSA menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh kehilangan nilai utamanya hanya karena praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik.
“Jika dunia pendidikan dipenuhi pungutan yang tidak jelas, maka yang dikorbankan bukan hanya ekonomi masyarakat, tetapi juga masa depan generasi bangsa,” lanjut pernyataan tersebut.
Melalui gerakan nasional ini, TRINUSA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani bersuara dan bersama-sama menjaga dunia pendidikan dari praktik-praktik yang merugikan siswa maupun orang tua.
“Dana pendidikan untuk anak bangsa.
Bukan untuk oknum.”
TRINUSA
GERAKAN NASIONAL 2026










