Proyek Rehabilitasi SMP Assuniyah TUBABA Disorot, Tim Gabungan Pertanyakan Transparansi Pembangunan

Tulang Bawang Barat(saberpungli.com)Pembangunan gedung SMP Assuniyah yang berlokasi di Tiyuh Murni Jaya, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menjadi perhatian tim investigasi gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRINUSA Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Organisasi Profesi Pers Dewan Pimpinan Daerah Jajaran Wartawan Indonesia (DPD JWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Peninjauan dilakukan menyusul dugaan bahwa pembangunan gedung rehabilitasi sekolah tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2026. Namun, hingga peninjauan berlangsung, tim belum memperoleh kepastian mengenai sumber anggaran, nilai pekerjaan, maupun pihak pelaksana proyek.

Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, tim menemukan kegiatan pembangunan gedung sekolah yang sedang berlangsung. Di area pekerjaan, tidak terlihat papan informasi proyek yang memuat keterangan mengenai kegiatan pembangunan, sebagaimana diperlukan untuk memastikan transparansi informasi kepada masyarakat.

Saat dikonfirmasi, salah seorang pekerja di lokasi menyampaikan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya telah bekerja selama kurang lebih 10 hari. Pekerja tersebut mengaku hanya bertugas sebagai tenaga kerja dan tidak mengetahui secara rinci mengenai keberadaan papan informasi proyek.

“Untuk pekerjaan, kami sudah kurang lebih 10 hari bekerja. Memang tidak ada papan informasi mengenai pembangunan sekolah. Untuk informasi lebih lanjut, bisa ditanyakan langsung kepada Ibu Kepala Sekolah, Ibu Lutfi,” ujar pekerja tersebut.

Selain persoalan papan informasi, tim juga mencermati aspek keselamatan kerja di lokasi pembangunan. Berdasarkan pengamatan visual, sejumlah pekerja terlihat tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) saat melaksanakan pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keselamatan tenaga kerja merupakan aspek penting dalam pelaksanaan kegiatan konstruksi.

Tim juga mengamati penggunaan material besi pada bagian konstruksi bangunan. Dalam pengamatan awal, terlihat besi yang diperkirakan berdiameter 6 mm dan 10 mm. Namun, ukuran dan kesesuaian material tersebut belum dapat dipastikan tanpa pengujian teknis maupun pemeriksaan terhadap dokumen perencanaan.

Atas temuan tersebut, tim gabungan menilai perlu dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian pelaksanaan pembangunan dengan spesifikasi teknis, ketentuan keselamatan kerja, serta dokumen pengadaan apabila proyek tersebut benar merupakan bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 yang bersumber dari APBN.

Ketua LSM TRINUSA dan Wakil Ketua DPD JWI TUBABA Minta Klarifikasi

Ketua LSM TRINUSA TUBABA, Masdar, bersama Wakil Ketua DPD JWI TUBABA, Alex Sander, meminta pihak SMP Assuniyah memberikan penjelasan secara terbuka terkait pelaksanaan pembangunan gedung sekolah tersebut.

Keduanya menilai, apabila pembangunan tersebut benar merupakan program revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2026 yang bersumber dari APBN, maka informasi mengenai sumber anggaran, pelaksana kegiatan, nilai pekerjaan, spesifikasi teknis, serta jadwal pelaksanaan perlu disampaikan secara jelas kepada masyarakat.

Ketua LSM TRINUSA TUBABA, Masdar, menyampaikan:

“Apabila benar pembangunan SMP Assuniyah ini merupakan bantuan pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 yang bersumber dari APBN, kami meminta pihak sekolah memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka. Masyarakat berhak mengetahui sumber anggaran dan pelaksanaan pembangunan tersebut. Kami tidak ingin mendahului kesimpulan, tetapi setiap dugaan perlu dijawab dengan data dan dokumen yang jelas agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.”

Masdar juga meminta agar aspek keselamatan kerja dan kualitas pembangunan menjadi perhatian pihak terkait.

“Kami berharap seluruh proses pembangunan dilaksanakan sesuai ketentuan, baik dari sisi administrasi, teknis pekerjaan, maupun keselamatan para pekerja. Jika terdapat kekurangan di lapangan, hendaknya segera dilakukan evaluasi dan perbaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tambahnya.

Wakil Ketua DPD JWI TUBABA, Alex Sander, menegaskan:

“Sebagai bagian dari organisasi profesi pers, kami menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengedepankan prinsip keberimbangan dan praduga tidak bersalah. Kami meminta pihak sekolah, pelaksana kegiatan, maupun instansi terkait memberikan penjelasan mengenai status pembangunan SMP Assuniyah ini. Apabila benar menggunakan anggaran APBN melalui program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026, informasi publik mengenai kegiatan tersebut perlu disampaikan secara transparan.”

Alex menambahkan bahwa ketiadaan papan informasi proyek menjadi salah satu hal yang perlu segera diklarifikasi.

“Tidak adanya papan informasi di lokasi tentu menimbulkan pertanyaan. Kami meminta agar hal ini dijelaskan, termasuk pihak pelaksana pekerjaan, nilai anggaran, dasar pelaksanaan, serta spesifikasi teknis pembangunan. Kami berharap semua pihak dapat memberikan keterangan yang benar dan terbuka sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh,” ujarnya.

Upaya Konfirmasi kepada Kepala Sekolah Belum Berhasil

Setelah melakukan peninjauan di lokasi pembangunan, tim LSM TRINUSA dan DPD JWI TUBABA berupaya mendatangi tempat yang sementara digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa SMP Assuniyah. Lokasi tersebut diketahui berada di sekitar rumah Kepala Sekolah SMP Assuniyah, Ibu Lutfi, dan digunakan sebagai tempat belajar sementara selama proses pembangunan berlangsung.

Saat berada di lokasi, tim melihat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Salah seorang guru yang sedang mengajar menyampaikan bahwa Kepala Sekolah tidak berada di tempat karena sedang berada di SMPN Mulya Kencana.

“Ibu Kepala Sekolah sedang tidak berada di tempat. Beliau sedang berada di SMPN Mulya Kencana karena SK P3K beliau di sana,” ujar guru tersebut.

Kunjungan tim gabungan berlangsung pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Hingga berita ini diterbitkan, tim belum berhasil memperoleh keterangan langsung dari Kepala Sekolah SMP Assuniyah maupun pihak terkait mengenai status anggaran, pelaksana, nilai kontrak, spesifikasi teknis, dan target penyelesaian pembangunan.

Tim investigasi gabungan menegaskan bahwa temuan tersebut masih merupakan informasi awal yang memerlukan verifikasi lebih lanjut. Ketiadaan papan informasi, belum terlihatnya penggunaan APD, serta dugaan penggunaan material tertentu belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan tersebut melanggar ketentuan atau dilaksanakan tanpa memperhatikan standar teknis sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap aspek teknis dan dokumen pendukung.

Berita ini diterbitkan sebagai bentuk penyampaian informasi publik dan pengawasan sosial terhadap pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan. Pihak SMP Assuniyah, Kepala Sekolah Ibu Lutfi, pelaksana pekerjaan, serta instansi terkait memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan atas informasi yang disampaikan.

(Tim Investigasi LSM TRINUSA–DPD JWI -DPD IWO TUBABA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *