Daerah  

Jalan Rusak di Sinar Jawa Bikin Emak-Emak Waswas, Warga Patungan Cor Tanjakan

Oplus_131072

SaberPungli Com – Tanggamus, Keluhan warga terhadap kondisi jalan rusak di Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, akhirnya dijawab dengan aksi nyata. Tak ingin terus dihantui risiko kecelakaan, warga memilih turun tangan dengan bergotong royong mengecor dua titik tanjakan yang dinilai rawan, menggunakan material hasil swadaya masyarakat, Sabtu (26/9/2026).

Yang menjadi perhatian, kondisi jalan tersebut disebut kerap membuat warga, khususnya para ibu yang mengantar dan menjemput anak sekolah, merasa khawatir. Kepala Pekon Sinar Jawa, Hadi Hariyanto, menyebut sejumlah warga bahkan pernah mengalami kecelakaan di titik tanjakan tersebut.

Gotong royong yang melibatkan ratusan warga itu berlangsung lancar. Kegiatan dilaksanakan di dua titik, yakni tanjakan Semidang dan Sukoharjo.

Sejumlah unsur pemerintahan pekon turut hadir, di antaranya Kepala Pekon Hadi Hariyanto, Ketua BHP Siswo Sumaidi, Kaur Pemerintahan Eko Sukamto, Kepala Dusun II dan III, para ketua RT, serta Linmas Pekon Sinar Jawa.

Usai kegiatan, Hadi Hariyanto menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kepedulian masyarakat.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik, kegiatan di tanjakan Semidang dan Sukoharjo berjalan sempurna,” ujar Hadi.

Ia menjelaskan, pembelian material untuk pengecoran jalan berasal dari iuran masyarakat. Material yang digunakan meliputi semen, pasir, dan batu split.

“Untuk pembelian material berupa semen, pasir dan batu split didapat dari iuran warga Dusun II, III dan IV,” jelasnya.

Menurut Hadi, keputusan warga melakukan perbaikan secara swadaya tidak terlepas dari kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Di lokasi kegiatan, ia mengungkapkan bahwa sejumlah warga pernah mengalami kecelakaan di titik tanjakan tersebut. Kondisi itu, menurutnya, cukup mengkhawatirkan, terutama bagi para ibu yang setiap hari melintas untuk mengantar maupun menjemput anak-anak mereka di PAUD dan sekolah dasar.

“Di titik tanjakan ini banyak sekali yang mengalami kecelakaan, terutama emak-emak saat antar jemput anak sekolah di PAUD dan SD,” ungkap Hadi.

Hadi mengatakan, keluhan mengenai kondisi jalan bukan hanya datang dari sebagian kecil warga. Ia menyebut hampir seluruh masyarakat Pekon Sinar Jawa merasakan persoalan tersebut.

Meski demikian, pemerintah pekon memilih menyikapinya melalui musyawarah dan mengajak masyarakat mencari solusi bersama.

“Meski pemerintah pusat memangkas dana desa hingga 70 persen, pemerintah pekon tetap menyikapi keluhan warga secara positif. Kami mengambil langkah dengan cara berembuk, mengajak warga untuk bersama-sama berswadaya dan bergotong royong,” pungkasnya.

Gotong royong tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan infrastruktur di tingkat pekon tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga keselamatan warga. Swadaya masyarakat memang menjadi langkah sementara, sementara harapan warga terhadap penanganan jalan secara lebih permanen tetap menjadi pekerjaan yang perlu mendapat perhatian pemerintah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran. ( Jumaki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *