TANGGAMUS — Pemandangan pembesian pada pekerjaan revitalisasi SD 2 Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, memantik pertanyaan serius. Di tengah berlangsungnya pekerjaan, terlihat dua batang besi yang dipasang memanjang pada bagian sloof/cor atas, sementara sengkang atau cincin pengikat tidak tampak pada bagian yang terpantau di lapangan.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena pembesian merupakan salah satu tahapan penting sebelum beton bertulang dilakukan pengecoran. Jika konfigurasi yang terlihat di lapangan ternyata tidak sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis, persoalan tersebut tentu membutuhkan penjelasan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Namun demikian, temuan visual tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa pekerjaan telah menyalahi spesifikasi. Kepastian teknis harus mengacu pada gambar kerja, RKS/KAK, dokumen kontrak, serta hasil pemeriksaan tenaga teknis yang berkompeten.
Dua Besi Memanjang, Sengkang Tak Terlihat
Berdasarkan pantauan di lokasi, tulangan pada bagian sloof atas tampak menggunakan dua batang besi yang diperkirakan berdiameter sekitar 8 milimeter dan dipasang memanjang di atas pasangan bata.
Yang menjadi pertanyaan adalah tidak terlihatnya sengkang atau cincin pengikat pada bagian pembesian tersebut.
Besi tampak memanjang sebelum nantinya dilakukan pengecoran. Kondisi inilah yang memunculkan pertanyaan publik: apakah konfigurasi tersebut memang sesuai gambar teknis, atau masih ada tahapan pembesian yang belum diselesaikan?
Saat awak media berada di lokasi, sejumlah pekerja terlihat melaksanakan pekerjaan. Namun ketika dimintai penjelasan mengenai diameter besi, jumlah tulangan, detail sengkang serta acuan teknis yang digunakan, belum diperoleh penjelasan teknis secara rinci dari pekerja di lapangan.
Jangan Sampai Beton Menutup Apa yang Belum Terjawab
Tahapan pembesian menjadi bagian yang tidak boleh luput dari pengawasan. Sebelum beton dituangkan, kondisi tulangan masih dapat dilihat dan diperiksa secara langsung.
Sebaliknya, setelah pengecoran dilakukan, sebagian besar tulangan akan tertutup beton sehingga pemeriksaan visual menjadi jauh lebih sulit.
Karena itu, pertanyaan mengenai pembesian tersebut perlu dijawab sebelum pengecoran dilakukan, terutama oleh pihak pelaksana dan pengawas pekerjaan.
Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memastikan setiap bagian pekerjaan benar-benar sesuai perencanaan teknis.
Kepala Sekolah Belum Berada di Lokasi
Upaya awak media memperoleh keterangan dari pihak sekolah juga belum membuahkan hasil.
Saat pemantauan dilakukan, Kepala SD 2 Air Kubang tidak berada di lokasi sehingga belum dapat dikonfirmasi mengenai pekerjaan revitalisasi, termasuk detail pembesian dan pengawasan pekerjaan.
Begitu pula pihak P2SP dan pengawas pekerjaan belum berhasil ditemui maupun dimintai keterangan terkait kondisi pembesian yang menjadi sorotan.
Perlu Pemeriksaan Teknis, Bukan Sekadar Dugaan Untuk memastikan apakah pemasangan dua batang besi tersebut sesuai atau tidak, diperlukan pemeriksaan dengan mencocokkan kondisi lapangan terhadap dokumen teknis pekerjaan.
Pemeriksaan setidaknya dapat mencakup jumlah dan diameter tulangan, keberadaan serta jarak sengkang, panjang penyaluran, sambungan tulangan, dimensi sloof, hingga ketentuan teknis lainnya sebagaimana tercantum dalam gambar kerja dan dokumen kontrak.
Dengan demikian, persoalan ini tidak berhenti pada apa yang terlihat secara kasat mata.
Pertanyaan utamanya sederhana: apakah pembesian yang terlihat tersebut memang sudah sesuai desain teknis?
Jika sesuai, tentu penjelasan teknis akan memberikan kepastian. Jika masih ada tahapan yang belum dikerjakan, masyarakat juga berhak mengetahui bahwa pekerjaan tersebut masih dalam proses.
Publik Menunggu Penjelasan
Revitalisasi fasilitas pendidikan menyangkut kepentingan publik. Karena itu, transparansi pelaksanaan pekerjaan menjadi penting agar kualitas pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Temuan mengenai dua batang besi yang terlihat memanjang tanpa tampaknya sengkang tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran spesifikasi sebelum dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan gambar kerja, RKS/KAK maupun dokumen kontrak.
Namun, pertanyaan teknisnya tetap layak dijawab.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SD 2 Air Kubang, P2SP, pengawas pekerjaan maupun pihak terkait lainnya belum berhasil memberikan keterangan teknis mengenai kondisi tersebut.
Konfirmasi dan hak jawab dari seluruh pihak terkait tetap terbuka sebagai bagian penting untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang dan faktual. (Jumaki/ Tim)












