LSM TRINUSA Soroti Penggunaan APD pada Proyek Revitalisasi SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah

Tulang Bawang Barat(saberpungli.com) Kegiatan pembangunan dan rehabilitasi gedung SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, mendapat perhatian dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) DPC Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Sorotan tersebut disampaikan Triger77 Joni Candra, selaku perwakilan TRINUSA DPC Kabupaten Tulang Bawang Barat, setelah melakukan kunjungan ke lokasi kegiatan sebagai bagian dari fungsi sosial kontrol masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kegiatan pembangunan dan rehabilitasi gedung SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBN.

Dalam kunjungan tersebut, Joni Candra menyoroti aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja yang berada di lokasi pembangunan.

Dari hasil pemantauan di lokasi, para pekerja, baik tukang maupun pekerja pembantu tukang, terpantau tidak menggunakan APD saat melaksanakan pekerjaan konstruksi.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena pekerjaan konstruksi memiliki potensi risiko kecelakaan kerja, terutama apabila pekerja tidak dilengkapi perlengkapan keselamatan sesuai dengan tingkat risiko pekerjaan yang dilakukan.

Saat dikonfirmasi mengenai penggunaan APD, seorang pekerja yang mengaku sebagai kepala tukang memberikan keterangan kepada Joni Candra.

Menurut keterangan kepala tukang tersebut, sejak pekerjaan pembangunan dimulai, para pekerja belum pernah mendapatkan APD dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan.

“Sejak awal pengerjaan memang kami belum pernah diberikan APD,” ujar kepala tukang tersebut, sebagaimana disampaikan dalam konfirmasi di lokasi.

Joni Candra menilai kondisi tersebut tidak semestinya diabaikan, terlebih pekerjaan tersebut merupakan kegiatan pembangunan yang bersumber dari anggaran negara melalui program revitalisasi tahun anggaran 2026.

Menurutnya, keselamatan pekerja harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan setiap kegiatan konstruksi, bukan sekadar persoalan administratif.

“Kami datang sebagai bentuk sosial kontrol. Yang menjadi perhatian kami bukan hanya progres pembangunan, tetapi juga bagaimana keselamatan para pekerja diperhatikan. Kalau benar sejak awal pekerja tidak mendapatkan APD, ini perlu segera diklarifikasi dan diperbaiki,” tegas Joni Candra.

TRINUSA juga mendesak pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan agar memberikan perhatian terhadap penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek.

Joni meminta agar pihak pelaksana, pengawas kegiatan, maupun instansi terkait tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan kerja baru kemudian melakukan pembenahan.

“Kami meminta pihak terkait segera memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan jenis pekerjaan. Jangan sampai aspek keselamatan justru menjadi hal yang terabaikan dalam proyek yang menggunakan anggaran negara,” ujarnya.

Selain persoalan APD, TRINUSA menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi tersebut, termasuk aspek transparansi kegiatan, kualitas pekerjaan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan yang berlaku.

Joni Candra menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap klarifikasi dari pihak sekolah, pelaksana kegiatan, maupun instansi terkait mengenai kondisi yang ditemukan di lapangan.

“Kami tidak ingin membuat kesimpulan sepihak. Temuan ini akan kami dokumentasikan dan menjadi bahan untuk meminta penjelasan kepada pihak yang berwenang. Jika ada kekeliruan di lapangan, tentu harus segera dibenahi demi keselamatan pekerja dan kualitas pembangunan,” pungkasnya.

TRINUSA berharap pengawasan terhadap program revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2026 dapat dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan, sehingga penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan sekaligus tetap memperhatikan keselamatan seluruh pekerja yang terlibat.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *