Musi Rawas – Aktivis Aliansi Pemuda Anti Korupsi yang tergabung dari wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara (MLM), menyoroti Proyek Strategis diwilayah Kabupaten Musi Rawas, hal tersebut di katakannya seakan sudah menjadi kebiasaan buruk serta kelalaiyan, pekerjaan proyek konstruksi yang sedang dikerjakan dan telah berjalan baru memasang papan plang proyek.
Pemasangan papan plang informasi proyek setelah pekerjaan berjalan merupakan pelanggaran terhadap asas transparansi publik. Aktivitas pembiaran ini kerap memicu kritik keras dari aktivis dan masyarakat karena mempersempit ruang pengawasan terhadap potensi penyimpangan anggaran negara.
Dirinya menegaskan bahwa sudah semestinya para pemangku kebijakan memperhatikan dan mengawasi pekerjaan yang menggunakan dana APBD dengan nominal yang tidak sedikit agar terhindar dari yang namanya kerugian negara.
Salah satunya proyek Peningkatan Jalan Komplek Perkantoran Musi Rawas Muara Beliti dengan Nilai Kontrak : Rp.12.335. 000.000.00, tampak pekerjaan sedang berlangsung namun belum tampak di pasang papan plang proyek, berapa biaya yang dikeluarkan dan berapa lama masa pekerjaan tidak terlihat. Padahal semua biaya menggunakan dana APBD bukan dari kantong pribadi Kadis atau penguasa.
“Usai tim melakukan investigasi langsung kelapangan barulah dipasang oleh kontraktor semestinya semua Proyek, baik proyek jalan maupun proyek strategis lainnya yang menggunakan dana APBD harus tertera dengan jelas, sebelum pekerjaan tersebut mulai dikerjakan jangan terkesan ada yang ditutup – tutupi,” ujar Djaka. Kepada wartawan Kamis (08/10/2026).
Tidak hanya disitu dirinya juga menduga pekerjaan tersebut terkesan asal- asalan, Jika pengawas secara teknis dari dinas terkait abai, proyek berisiko mengalami kerusakan dini sebelum serah terima akibat pengurangan mutu material. Selain itu, laporan kemajuan fisik di lapangan rawan dimanipulasi secara formalitas demi mempercepat pencairan anggaran belaka.
“Proyek peningkatan jalan diatas tanah merah sangat wajib menggunakan batu agregat sebagai lapisan pondasi dasar bawah namun hasil investigasi kami terpantau dilapangan batu agregatnya belum ada, karna tanah merah memiliki sifat kembang-susut yang tinggi dan cenderung lembek saat terkena air. Jika beton langsung dicor di atas tanah merah tanpa adanya lapisan agregat, beresiko jalan tersebut akan mudah patah, retak, atau bahkan ambles akibat pergerakan tanah di bawahnya,”jelasnya.
Sementara itu saat tim berusaha konfirmasi kepada konsultan proyek perihal papan plang proyek mereka mengaku tidak tahu mengapa pemborongnya belum dipasang.
“Perihal papan plang belum di pasang, daktau pemborongnya kenapa belum dipasang,” ujar konsultan saat ditemui dilokasi proyek.
Untuk memperoleh penjelasan yang berimbang, awak media telah berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait melalui Pesan WhatsApp.Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan penjelasan yang pasti terkait temuan tersebut bahkan terkesan menghindar. (Tim)












