Daerah  

Tim Gabungan Tindak Lanjuti Temuan Pembangunan SMP Islam Assuniyyah

Tulang Bawang Barat, 15 September 2026 (saberpungli.com) Tim gabungan LSM TRINUSA DPC Kabupaten Tulang Bawang Barat dan DPD Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat mendatangi SMP Islam Assuniyyah di Tiyuh Murni Jaya, Kecamatan Tumijajar, Selasa (15/9/2026).

Kunjungan itu menindaklanjuti peninjauan pembangunan rehabilitasi gedung sekolah yang diduga bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dengan pendanaan APBN.

Tim meminta klarifikasi mengenai status pembangunan, sumber anggaran, pelaksana pekerjaan, dan temuan di lapangan. Namun, Kepala SMP Islam Assuniyyah, Ibu Lutfi, tidak berada di lokasi.

Kepala Sekolah Tidak Berada di Lokasi

Ketua LSM TRINUSA DPC Tubaba, Masdar, hadir bersama dua anggotanya. Dari DPD JWI TUBABA, hadir Ketua Heri Akbar, Wakil Ketua Alex Sander, serta Kepala Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Herdiyanto.

Tim mendapat informasi dari seorang pria yang disebut sebagai anak kandung Kepala Sekolah bahwa Ibu Lutfi sedang menjalankan tugas dinas di SMP Mulya Kencana. Tidak ada pihak sekolah yang dapat mewakilinya untuk memberikan penjelasan.

Tim melihat banner informasi pekerjaan telah terpasang di area pembangunan. Pada kunjungan sebelumnya, papan informasi proyek belum terlihat.

Informasi pada banner masih perlu diverifikasi dengan dokumen resmi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026, termasuk sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, dan spesifikasi teknis.

Konfirmasi Belum Mendapat Tanggapan

Tim juga menghubungi Ibu Lutfi melalui telepon dan WhatsApp. Hingga kunjungan berakhir, belum ada tanggapan.

Tim menyatakan belum adanya tanggapan tidak dapat langsung dimaknai sebagai upaya menghindari klarifikasi. Pihak sekolah dan instansi terkait tetap diberi kesempatan menyampaikan penjelasan berdasarkan fakta dan dokumen.

TRINUSA Akan Mengirim Surat Klarifikasi

Ketua LSM TRINUSA Tubaba, Masdar, mengatakan pihaknya akan mengirim surat konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak sekolah serta dinas terkait.

“Kami akan segera melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi secara resmi kepada pihak sekolah dan dinas terkait. Surat ini penting untuk memperoleh penjelasan yang jelas mengenai pembangunan SMP Islam Assuniyyah, termasuk sumber anggaran, pelaksana kegiatan, nilai pekerjaan, serta spesifikasi teknisnya,” ujar Masdar.

Menurutnya, jika pembangunan tersebut merupakan bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang bersumber dari APBN, pelaksanaannya perlu disampaikan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak. Namun, setiap temuan di lapangan perlu dijawab secara terbuka melalui data dan dokumen yang sah. Kami berharap pihak sekolah dapat memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan pertanyaan berkepanjangan di tengah masyarakat,” tegasnya.

JWI Mendorong Transparansi

Ketua DPD JWI Tubaba, Heri Akbar, mengatakan pembangunan fasilitas pendidikan yang diduga menggunakan anggaran pemerintah perlu diawasi dari sisi keterbukaan informasi dan kualitas pekerjaan.

“Kami dari DPD JWI TUBABA mendorong agar pihak sekolah maupun dinas terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pembangunan SMP Islam Assuniyyah ini. Apabila benar kegiatan tersebut bersumber dari APBN melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026, maka masyarakat perlu mengetahui informasi terkait pelaksanaannya,” ujar Heri Akbar.

Ia mengapresiasi pemasangan banner informasi pekerjaan, tetapi meminta informasi tersebut diverifikasi melalui dokumen resmi.

“Kami melihat sudah ada banner informasi pekerjaan yang terpasang. Selanjutnya, kami berharap informasi tersebut dapat dijelaskan secara lengkap dan sesuai dengan dokumen resmi. Transparansi bukan hanya soal memasang informasi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh keterangan yang benar mengenai penggunaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan,” lanjutnya.

Heri juga meminta perhatian terhadap aspek teknis, mutu material, dan keselamatan tenaga kerja.

“Kami meminta seluruh pihak terkait memperhatikan aspek teknis pembangunan, mutu material, serta keselamatan para pekerja. Pengawasan harus dilakukan secara objektif agar pembangunan fasilitas pendidikan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik dan masyarakat,” tegasnya.

Temuan Masih Memerlukan Verifikasi

Pada peninjauan sebelumnya, tim mencatat papan informasi proyek belum terlihat, penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh pekerja belum tampak, serta pengamatan awal terhadap material besi yang diperkirakan berdiameter 6 mm dan 10 mm.

Tim menyatakan temuan tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian. Kepastian memerlukan pemeriksaan dokumen, pengukuran material, dan evaluasi teknis oleh pihak berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, tim belum memperoleh keterangan langsung dari Kepala SMP Islam Assuniyyah, Ibu Lutfi, mengenai status pembangunan, sumber anggaran, dan pelaksanaan kegiatan.

Hak jawab tetap diberikan kepada pihak sekolah, pelaksana pekerjaan, dan dinas terkait.

(Tim Investigasi LSM TRINUSA–DPD JWI TUBABA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *