TRINUSA dan JWI Pantau Revitalisasi SDN 34 Tulang Bawang Tengah, Minta Ruang Konfirmasi Dibuka

TULANG BAWANG BARAT(saberpungli.com)Pelaksanaan pembangunan dan revitalisasi SDN 34 Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, mendapat perhatian dari DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) Kabupaten Tulang Bawang Barat bersama Organisasi Profesi Pers Dewan Pimpinan Daerah Jajaran Wartawan Indonesia (DPD JWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Pemantauan dilakukan pada Jumat, 18 September 2026, sekitar pukul 09.35 WIB, sebagai bagian dari fungsi sosial kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua DPC LSM TRINUSA Tubaba Masdar bersama anggota dan Ketua DPD JWI Tubaba Heri Akbar bersama anggota. Tim melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi pekerjaan serta lingkungan proyek yang tengah berlangsung.

Dari hasil pemantauan, tim mencatat sejumlah aspek pekerjaan yang menurut mereka masih memerlukan penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab, khususnya Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dan pihak sekolah.

Namun, ketika tim tiba di lokasi, pihak sekolah maupun panitia yang dapat memberikan keterangan secara langsung tidak berada di lokasi. Tim hanya mendapati sejumlah pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan.

Atas kondisi tersebut, JWI kemudian berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga keberimbangan informasi sebelum hasil pemantauan diberitakan kepada publik.

Kepala Sekolah: Sedang Rapat

Ketua DPD JWI Tubaba Heri Akbar selanjutnya menghubungi Kepala SDN 34 Tulang Bawang Tengah, Irodah, melalui sambungan telepon.

Dalam komunikasi tersebut, kepala sekolah menyampaikan bahwa dirinya sedang mengikuti rapat. Heri kemudian menjelaskan bahwa pihak JWI hendak melakukan konfirmasi terkait pekerjaan pembangunan sekolah.

Menurut keterangan Heri Akbar, dalam percakapan tersebut Irodah menyampaikan, “Kalau mau diberitakan, beritakan saja,”
kemudian sambungan telepon ditutup oleh Irodah Ketika Upaya telpon kembali berkali-kali Sambungan telepon diputus (dirijek) oleh ibu Irodah.

JWI menilai konfirmasi dari pihak sekolah tetap diperlukan agar berbagai informasi mengenai pelaksanaan pembangunan dapat disampaikan secara proporsional dan tidak hanya berdasarkan hasil pengamatan di lapangan.

Eli Sunarto Berikan Penjelasan melalui WhatsApp

Upaya memperoleh keterangan juga dilakukan terhadap Eli Sunarto, yang berdasarkan keterangan pekerja di lokasi disebut turut melakukan pemantauan terhadap pekerjaan pembangunan.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Eli Sunarto memberikan penjelasan mengenai agenda rapat yang sebelumnya direncanakan.

“Kami kemarin beragenda mau rapat, tapi kami cancel karena ada family saya meninggal kemarin,” ujar Eli Sunarto melalui pesan WhatsApp.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari upaya JWI dan TRINUSA memperoleh informasi dari pihak-pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan.

Papan Informasi: APBN 2026 dan Bantuan Rp1,613 Miliar

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut tercantum sebagai Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat SD, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pada papan proyek tercantum sejumlah informasi, di antaranya:

Nama kegiatan: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025.
Pekerjaan: Revitalisasi Satuan Pendidikan SDN 34 Tulang Bawang Tengah.
Jumlah bantuan: Rp1.613.170.236.
Sumber dana: APBN Tahun Anggaran 2026.
Pelaksana: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Waktu pelaksanaan: 120 hari kalender.
Lokasi: Tiyuh Candra Mukti, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung.

Selain papan informasi kegiatan, di sekitar lokasi juga terpasang papan imbauan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang memberikan peringatan agar masyarakat tidak memasuki atau bermain di area pekerjaan serta mengingatkan pentingnya keselamatan selama kegiatan pembangunan berlangsung.

TRINUSA dan JWI Tidak Ingin Menyimpulkan Sepihak

Ketua DPC LSM TRINUSA Tubaba Masdar dan Ketua DPD JWI Tubaba Heri Akbar menegaskan bahwa hasil pemantauan tersebut bukan merupakan kesimpulan akhir mengenai benar atau tidaknya suatu persoalan dalam pekerjaan.

Menurut mereka, setiap hal yang menjadi perhatian di lapangan perlu terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar pemberitaan memenuhi prinsip akurasi, keberimbangan, dan keterbukaan informasi publik.

“Kami datang untuk menjalankan fungsi sosial kontrol. Ada beberapa hal yang perlu kami konfirmasi kepada pihak sekolah maupun P2SP. Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak. Karena itu, ruang klarifikasi dari pihak terkait sangat penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat berimbang,” ujar Heri Akbar.

TRINUSA dan JWI juga menegaskan bahwa pihak sekolah, P2SP maupun pihak lain yang berkaitan dengan kegiatan tersebut tetap memiliki kesempatan untuk menyampaikan penjelasan dan klarifikasi atas hal-hal yang menjadi perhatian tim.

Bagi kedua organisasi tersebut, keterbukaan komunikasi merupakan bagian penting dalam pengawasan pembangunan yang menggunakan anggaran negara, terlebih kegiatan tersebut berkaitan langsung dengan fasilitas pendidikan yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Pemantauan ini selanjutnya akan menjadi bahan bagi TRINUSA dan JWI untuk melakukan pendalaman informasi serta konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait.

JWI/TRINUSA menegaskan, pengawasan dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mendorong agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan secara transparan, akuntabel, sesuai ketentuan, dan memberikan manfaat optimal bagi dunia pendidikan serta masyarakat.

Rilis: Tim investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *